Tuesday, March 26, 2013


Adam mengalami mimpi yang aneh, adiknya berubah menjadi pria tua yang siap menerkamnnya. Dia juga memiliki firasat buruk ketika yahnya mengatakan bahwa ibunya sedang bersama Adam.
“Adam. Ada apa, nak?” tanya ayahnya sembari bersama Adam memasuki kamar Bryan.
Mereka berdua kaget melihat kamar Bryan yang berantakan. Bryan berhadapan dengan Ibunya yang menyanyikan lagu favorit Bryan sembari menangis. Darah mengucur deras dari kakinya. Namun bukan itu yang membuat ibunya menangis. Melainkan Bryan yang menaikkan tangannya tinggi-tinggi dengan menggenggam gunting siap menusuk Ibunya dengan gunting.
“Bryan! Hentikan! Dia Ibumu!” bentak ayahnya sembari berlari mendekati mereka namun ayahnya terlempar begitu saja, entah kemana.
“Hei, tua bangka!” bentak Adam yang langsung terlempar ke cermin besar. Adam terluka terutama kepalanya. Kepalanya terkena benturan keras yang menyebabkan rsasa sakit yang membuat dia menutup matanya. Saat menutup matanya itu, sekilas dia melihat beberapa simbol aneh yang ditulis dengan darah.
Adam meniru simbol itu tapi harus menggunakan darah pikirnya. Dia mengiris sendiri telapak tangan tangannya dan menulis salah satu simbol yang dilihatnya tadi di dinding rumahnya.
Adam mendekati Bryan yang kesurupan itu dan kali ini dia berhasil. Dia tidak terlempar seperti tadi. Ternyata simbol yang ditulisnya merupakan mantra agar si tua bangka tidak bisa menggunakan kekuatannya. Bryan marah, dia mendekati Adam. Dan ini dimanfaatkan Adam untuk membuat jebakan simbol lingkaran yang mengelilingi Bryan. BRyan takbisa keman-mana. ADam masih sibuk menyelesaikan simbolnya. Setelah goresan terakhir selesai terjadiny hal yang luar biasa.
Tubuh Bryan bercahaya sialu sekali, sampai ibu mereka dan Adam pingsan.

0 comments:

Post a Comment