Sunday, September 21, 2014

(sumber gambar: google)

Salah satu novel buatanku. Aku menulis cuma buat iseng aja, jadi tulisanku agak sulit dipahami. Sebenarnya hanya untuk konsumsi pribadi, cuma kadang-kadang ingin dituliskan ke dalam blog.
Saat ini tato berbentuk rantai pada tubuh Ganymede sudah memenuhi tubuhnya. Hanya matanya saja yang belum dipenuhi oleh tattoo tersebut. Matanya tetap bewarna hijau (ciri khas mata penyihir). Itu menandakan bahwa jiwa Ganymede masih ada namun membeku karena segel jiwa. Namun, tubuhnya benar-benar sudah dikuasai oleh kekuatan jahat. Selama beberapa hari ini dia telah membunuh semua orang yang menghalanginya menghabisi ketujuh pemimpin kerajaan sihir terkuat.
Mereka bertiga bersembunyi di ruang bawah tanah  kerajaan Chasel, dimana Pr. Beta (kakak Chime), Ps. Chime, dan Harland (pelayan sekaligus pelindung Ganymede) bertemu. Mereka membicarakan bagaimana caranya agar Ganymede bisa mendapatkan jiwanya yang telah beku oleh segel kembali menjadi milik Ganymede seutuhnya.
Chime (memakai pakaian seperti pakaian Eropa jaman dahulu bewarna ungu cerah) diam saja ketika kakaknya (memakai pakaian Eropa jaman pertengahan warna coklat bata) mengatakan “satu-satunya untuk melindungi kerajaan Chassel adalah membunuh Ganymede”.
“Aku menolak! Aku takkan membiarkan kau membunuh Ganymede, King Beta,” tolak Harland (memakai jaket coklat dibalik kemeja hitamnya). “Kau juga tak ingin Ganymede mati kan, Putri Chime?” Tanya Harland kepada Chime yang dari tadi diam saja.
“Aku sependapat denganmu” dia menghindari pandangan Harland, “tapi aku juga tidak bisa membiarkan rakyatku sengsara, aku juga tidak bisa membiarkan Ganymede membunuh orang lebih banyak lagi.”
Putri Chime!” Harland berusaha melanjutkan kata-katanya ketika Chime berkata lain.
“Kak, penjara sihir di bawah tanah itu masih berfungsi kan? Kita bisa mengurungnya disana sampai kita bisa menemukan cara menyegel kembali segel yang digunakan untuk membekukan jiwa Ganymede.”
“Bagaimana caranya, Chime?” Tanya kakaknya penasaran.
“Aku akan menjadi umpan. Dia itu Ganymede kan? Dia pasti mengingatku kalau aku menunjukkan diri.”
“Tidak! Putri Chime. Ganymede yang sekarang berbeda sekali dengan Ganymede yang kau kenal. Jiwanya benar-benar beku. Dia hanya bisa melihat apa yang telah dilakukannya tanpa menggunakan perasaannya. Dia tidak akan bisa melakukan apapun, bahkan untuk menutup matanya dia tak bisa. Apa kau piker dia akan terjebak oleh umpanmu itu?” tolak Harland.
“Aku yakin dia –jiwa Ganymede yang sebenarnya- bisa mendengarku dan berbuat sesuatu.”
“Dhhuuuuuuuuaaaaaakkkkkkk” tiba-tiba terdengar suara batu berjatuhan dan gempa dalam tanah. “Kraaakkk”, suara bebatuan yang  pecah menandakan segel pelindung di ruangan bawah tanah itu terlepas.
Sesosok siluet manusia berjalan dengan santai ke arah mereka. Sebilah pedang yang tajam dan berlumuran pedang tergenggam erat di tangan kanannya. Darah entah milik siapa berceceran di kemeja hitamnya dan kaos hitam yang ia kenakan bahkan pada celana jeans yang ia kenakan. Tubuhnya sama sekali tidak terluka, namun tattoo bewarna hitam menutupi kulit tangan, kaki, bahkan wajahnya. Di wajahnya tak tersirat suatu emosi, seakan Ganymede sudah kehilangan jiwa dan emosinya.
“Ganymede!” teriak Chime ingin berlari ke arahnya namun ditahan oleh Harland dan King Beta.
“Rupanya kalian disini yah. Beta, aku mencarimu. Aku tidak memiliki masalah apapun denganmu, tapi aku harus membunuhmu karena kau merupakan Raja di kerajaan Chasel, salah satu kerajaan sihir terkuat,” ujarnya tanpa emosi sembari mengeluarkan sihir dari tangan kirinya yang langsung ditangkis dengan shield sihir oleh Harland dan Beta.
“Ganymede. Ini bukan kau kan? Ganymede, sadarlah. Kau yang kukenal tidak akan pernah melukai siapapun!” teriak Chime.
“Siapapun  yang menghalangiku, akan kulenyapkan, tidak ada kecuali.” Ancamnya.
“Lawanlah aku, Ganymede. Kalau itu yang memang kau inginkan.” Ujar kakaknya sembari maju ke arah Ganymede sembari mengeluarkan tongkat sihir dari tangannya.
“Harland, tolong jaga adikku. Bawa adik dan ibuku pergi dari sini jika terjadi sesuatu denganku.”
“Kakakkkk!!” teriak Chime ketika kakaknya mengeluarkan sihir penyerang yang langsung ditangkis dengan tebasan pedang Ganymede.
Pertarungan berjalan dengan sengit. Ganymede terluka di kaki kanannya, lukanya cukup parah namun gerakan kakinya tetap cepat seakan dia tidak merasakan sakit di kakinya yang luka. Sedangkan Beta terluka di sana-sini dan yang terakhir, serangan sihir dan pedang dari Ganymede membuat luka Beta cukup parah bahkan tak bisa berdiri lagi.
“Kak Beta..!” teriak Chime berlari ke arah Beta yang pingsan, sekarat. Chime memeluk Beta sambil menangis dan bergumam mantra penyembuh, namun mantra yang dia gunakan sepertinya tidak mempengaruhi kakaknya.
Ganymede hendak menyerang lagi dengan pedangnya namun kali ini ditepis dengan shield oleh Harland kemudian Harland juga menyerangnya dengan kekuatan sihir hingga Ganymede terhempas ke tembok. Hempasan yang cukup keras itu menyebabkan kepala Ganymede terluka namun lagi-lagi dia tidak merasakan sakit, dia tetap membalas serangan Harland dengan santainya.
“Kau benar-benar telah kehilangan dirimu, Ganymede!” teriak Harland kali ini dia benar-benar marah.
...
(bersambung)
 Gambar yang q gunakan gambar tata surya, karena nama tokohnya si Ganymede merupakan salah satelit dari Jupiter -dari buku SMA- kalo gak salah. Aku lupa soalnya, haha.

0 comments:

Post a Comment